News  

Program MBG Dukung Kesehatan dan Konsentrasi Belajar Siswa SMAN 2 Lhokseumawe

Bung TMR

LHOKSEUMAWE — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan manfaat positif bagi kesehatan dan konsentrasi belajar siswa di SMAN 2 Lhokseumawe. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, program tersebut juga diyakini memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan petani lokal.

Kepala SMAN 2 Lhokseumawe, Nurakla, mengatakan kehadiran Program MBG menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, asupan makanan bergizi sangat penting untuk menjaga kondisi kesehatan siswa. Dengan tubuh yang sehat dan kebutuhan gizi yang terpenuhi, siswa diharapkan dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan lebih baik serta meningkatkan konsentrasi selama berada di kelas.

“Program MBG sangat bermanfaat bagi siswa, terutama dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi mereka saat belajar. Ketika kebutuhan gizi terpenuhi, tentu akan memberikan dampak positif terhadap kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran,” kata Nurakla.

Tak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, Program MBG juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat. Pelaksanaan program tersebut membuka peluang penyerapan tenaga kerja, mulai dari tenaga yang terlibat dalam pengolahan makanan hingga distribusi makanan kepada para siswa.

Selain itu, kebutuhan bahan pangan untuk penyediaan makanan bergizi juga dapat memberikan peluang bagi petani dan pelaku usaha lokal untuk memasok berbagai komoditas, seperti beras, sayur-mayur, buah-buahan, telur, dan bahan pangan lainnya.

Dengan melibatkan produk hasil pertanian lokal, program tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nurakla berharap Program MBG dapat terus berlanjut dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, MBG merupakan program besar sehingga pelaksanaannya perlu dilakukan secara serius dengan memperhatikan standar gizi, kebersihan, serta kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

“Harapan kami, program MBG ini tetap berlanjut sebagaimana yang telah diatur oleh pemerintah pusat. Ini merupakan program yang besar, sehingga setiap pelaksanaannya harus memenuhi standar gizi dan kebersihan,” ujarnya.

Ia menilai, untuk memastikan standar tersebut terpenuhi, pelaksanaan MBG sebaiknya ditangani oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidangnya. Dengan demikian, proses penyediaan hingga pendistribusian makanan dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Untuk itu, biarlah pelaksanaan MBG diatur dan ditangani oleh pihak yang memang sudah berkompeten. Guru dan tenaga pendidik tetap menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pendidik,” kata Nurakla.

Menurutnya, pembagian tugas tersebut penting agar program MBG dapat berjalan secara optimal tanpa mengganggu tugas utama guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan proses pendidikan di sekolah.

Program MBG pun diharapkan tidak hanya menjadi upaya dalam membangun generasi yang sehat, aktif, dan mampu mengikuti pembelajaran secara optimal, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja serta pemanfaatan hasil pertanian dan produk pangan lokal.[]