Prof Danial: Daya Saing Global Butuh Penguasaan Bahasa dan Isu Internasional

Riza
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag.

Lhokseumawe – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menilai perguruan tinggi Islam negeri perlu memperkuat kemampuan sivitas akademika dalam membaca perkembangan global. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan perlu berjalan bersama kemampuan memahami bahasa dan wacana internasional.

Hal tersebut disampaikan Prof. Danial saat membuka kegiatan Refreshment Auditor Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 di Hotel Diana, Kota Lhokseumawe, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Prof. Danial mengatakan daya saing perguruan tinggi pada tingkat global berkaitan dengan kemampuan sivitas akademika menguasai bahasa internasional. Ia menyebut bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, dan Prancis sebagai sejumlah bahasa yang berperan dalam komunikasi internasional serta perkembangan intelektual.

“Daya saing global membutuhkan dua hal. Pertama, penguasaan bahasa global, seperti Inggris, Arab, Mandarin, Rusia, dan Prancis, karena bahasa-bahasa tersebut menjadi bagian penting dalam komunikasi internasional maupun bahasa intelektual dunia saat ini,” ujar Prof. Danial.

Penguasaan bahasa, kata dia, juga berkaitan dengan akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran dari berbagai negara. Kemampuan tersebut dibutuhkan sivitas akademika untuk mengikuti perkembangan ilmu serta dinamika pemikiran global.

Selain kemampuan bahasa, Prof. Danial meminta perguruan tinggi memperkuat pemahaman terhadap isu internasional. Ia menyebut sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan akademik dan masyarakat.

“Kita dituntut menguasai isu-isu internasional, terutama isu-isu global yang berkaitan dengan gender, pluralisme, multikulturalisme, demokrasi, liberalisme, serta digitalisasi,” katanya.

Menurut Prof. Danial, isu global tersebut relevan bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN). Sivitas akademika perlu mengkaji isu tersebut melalui perspektif keilmuan masing-masing program studi.

“Isu-isu ini selalu kontekstual dan relevan bagi kampus-kampus di bawah PTKIN. Silakan lihat isu-isu tersebut dalam perspektif pendidikan, ekonomi, syariah, dakwah, ushuluddin, maupun adab,” ujarnya.

Kurikulum Diminta Siapkan Mahasiswa Hadapi Masa Depan

Prof. Danial juga menyoroti kurikulum perguruan tinggi. Ia menilai kurikulum perlu mengikuti perubahan kebutuhan keilmuan dan kehidupan masyarakat agar mahasiswa memperoleh kompetensi yang relevan setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia mendorong setiap program studi melakukan evaluasi terhadap kurikulum dan menyesuaikannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masa depan.

“Kita berharap kurikulum di program studi apa pun tidak hanya mengajarkan masa silam, tetapi juga membekali mahasiswa untuk memprediksi masa depan,” kata Prof. Danial.

Menurutnya, peningkatan mutu perguruan tinggi perlu berjalan melalui sistem penjaminan mutu yang terintegrasi dengan budaya akademik. Evaluasi dan perbaikan perlu menjadi bagian dari proses pengelolaan perguruan tinggi.

AMI UIN SUNA Mulai Bertransformasi ke Sistem Digital

Refreshment Auditor Mutu Internal Tahun 2026 menjadi bagian dari penguatan sistem penjaminan mutu di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengintegrasikan AMI Digital untuk Efisiensi dan Akurasi Data”.

Tema tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah awal penerapan audit mutu internal berbasis digital di lingkungan UIN SUNA.

Kegiatan menghadirkan Koordinator Penjaminan Mutu dan Akreditasi Politeknik Negeri Lhokseumawe, Dr. Ibrahim, S.T., M.T., sebagai narasumber.

Sekitar 60 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas auditor mutu internal dan tenaga kependidikan. Sejumlah pimpinan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe turut menghadiri kegiatan.

Transformasi AMI berbasis digital diarahkan untuk mendukung proses audit yang lebih efisien, akurat, dan terdokumentasi. Sistem tersebut juga ditujukan untuk menyediakan data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam peningkatan mutu perguruan tinggi.