Jakarta – Pimpinan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menghadiri Annual International Conference on Islam, Media, and Digital Society (AICIMIDS) yang dirangkaikan dengan ASKOPIS KNKI VI di Hotel Millenium Sirih Jakarta, 12 sampai 14 Agustus 2026.
Delegasi FUAD terdiri atas Dekan FUAD Dr. Mahdi, M.H., Wakil Dekan III Dr. Rizqi Wahyudi, M.Kom.I., dan Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Zanzibar, M.Sos.
Kehadiran pimpinan fakultas tersebut menjadi bagian dari keterlibatan UIN Sultanah Nahrasiyah dalam forum yang membahas perkembangan Islam, media, dan masyarakat digital. Topik tersebut berkaitan dengan perubahan pola komunikasi, produksi informasi, serta penyebaran pesan keislaman melalui berbagai platform digital.
Dekan FUAD Dr. Mahdi, M.H., mengatakan keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi bagian dari dukungan fakultas terhadap pengembangan keilmuan Prodi KPI.
“Kehadiran FUAD dalam forum ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pengembangan keilmuan Prodi KPI. Kami berharap jejaring akademik yang terbentuk dapat mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama kelembagaan,” kata Mahdi.
Menurut Dr. Rizqi Wahyudi, M.Kom.I., perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam pengembangan kompetensi mahasiswa KPI.
“Mahasiswa KPI perlu memahami perubahan teknologi dan pola komunikasi masyarakat. Kompetensi komunikasi tetap menjadi dasar, tetapi kemampuan membaca ekosistem digital juga menjadi bagian dari kebutuhan lulusan saat ini,” jelas pakar Komunikasi Politik tersebut.
Ia menilai forum seperti AICIMIDS dan KNKI memberi ruang bagi perguruan tinggi untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan komunikasi, media, dan pendidikan di tengah perubahan teknologi digital.
Sementara itu, Kaprodi KPI Zanzibar, M.Sos., menilai isu media digital memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam.
“Perkembangan media digital membawa perubahan pada cara masyarakat menerima, memproduksi, dan menyebarkan pesan keislaman. Karena itu, Prodi KPI perlu terus mengikuti perkembangan tersebut agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Zanzibar mengatakan keterlibatan dalam forum internasional juga memberi kesempatan bagi Prodi KPI untuk memperluas jejaring akademik serta bertukar pengalaman dengan akademisi dan praktisi komunikasi.
“Kami melihat forum seperti AICIMIDS dan KNKI sebagai ruang untuk bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, serta melihat perkembangan keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam dari perspektif yang lebih luas,” tutupnya.








