Indeks
News  

Pascabencana, 52 Perajin Sulam dan Anyam Aceh Kembali Berkarya di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Bencana boleh datang dan mengganggu kehidupan, tetapi semangat untuk bangkit tidak boleh padam. Harapan tersebut kembali dinyalakan melalui kegiatan Akselerasi Produk Kriya, Kriyasi, Sulam dan Anyam Tahun 2026 yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Kota Lhokseumawe, Aceh.

Kegiatan yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 di Hotel Diana, Lhokseumawe, menjadi bagian dari Program Ekraf Peduli. Program ini mendorong percepatan pemulihan ekonomi pelaku ekonomi kreatif yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Bagi para pelaku kriya, pemulihan bukan sekadar kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala. Mereka juga membutuhkan ruang untuk kembali berkarya, memperkuat kemampuan, mengembangkan gagasan, dan memperluas akses pasar.

Melalui program Kriyasi, pemerintah menghadirkan ruang tersebut.

Sebanyak 52 pelaku kriya sulam dan anyam dari Aceh mengikuti kegiatan yang dilaksanakan melalui metode luring dan daring. Mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada penciptaan serta pengembangan desain produk baru.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, para perajin diajak melihat kembali karya mereka dari sudut pandang baru. Kreativitas diarahkan untuk menghasilkan produk yang tidak sekadar indah, tetapi juga memiliki nilai tambah, relevan dengan kebutuhan pasar, dan membuka peluang ekonomi.

Mengubah Luka Menjadi Karya

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan dalam proses pemulihan masyarakat.

Melalui praktik langsung dan pendampingan, peserta mengeksplorasi kreativitas, mengembangkan desain, serta meningkatkan kualitas produk sulam dan anyam yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Aceh.

Harapannya, karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai produk kerajinan lokal, tetapi menembus pasar yang lebih luas.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, turut hadir dan memberikan arahan serta sambutan kepada para pelaku kriya sulam dan anyam. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi kreatif masyarakat di Kota Lhokseumawe.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Neli Yana.

Sulam dan Anyam Diperkuat dengan Pendampingan

Program Kriyasi menghadirkan pendamping dari berbagai latar belakang untuk membantu peserta mengembangkan produk sesuai bidang masing-masing.

Untuk bidang anyaman, pendampingan diberikan oleh Zuriyah dan Imas Arista dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik, BBSPJIKB, Kementerian Perindustrian.

Sementara bidang sulaman mendapatkan pendampingan dari Ira SM dan Puji Lestari dari Rumpun Consulting.

Pendampingan berfokus pada pengembangan desain, eksplorasi kreativitas, peningkatan nilai tambah, hingga penciptaan produk yang memiliki daya tarik dan peluang pasar.

Bangkit Bukan Sekadar Bertahan

Pemulihan pascabencana tidak cukup dengan membangun kembali fasilitas dan mengembalikan aktivitas masyarakat. Pemulihan ekonomi menjadi bagian dari proses tersebut agar masyarakat kembali memiliki penghasilan dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Karena itu, pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif menjadi salah satu langkah dalam proses pemulihan.

Melalui kegiatan Kriyasi, para pelaku sulam dan anyam Aceh mendapat ruang untuk kembali mengasah kemampuan dan menciptakan karya baru. Di balik setiap benang sulaman dan anyaman yang dikerjakan, terdapat harapan untuk menghidupkan kembali usaha dan memperbaiki kehidupan keluarga.

Program ini juga menjadi upaya menjaga kekayaan budaya Aceh agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Tradisi sulam dan anyam didorong terus berkembang melalui desain baru tanpa kehilangan karakter dan identitas lokal.

Bangkit dari bencana bukan sekadar kembali seperti sebelumnya. Proses tersebut juga berarti melangkah dengan kreativitas, keterampilan, dan peluang ekonomi baru.

Melalui Akselerasi Produk Kriya, Kriyasi, Sulam dan Anyam di Lhokseumawe, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat.

Dari tangan para perajin Aceh, harapan kembali dirajut menjadi karya dan peluang bagi keberlanjutan usaha mereka.

Exit mobile version