Akademisi Malaysia di UIN SUNA Ingatkan Mahasiswa agar Tidak Bergantung pada AI

Lhokseumawe – Akademisi Universiti Islam Selangor (UIS), Malaysia, Norazirawati Ahmad, mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai pengganti kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.

Pesan tersebut disampaikan Norazirawati saat menjadi narasumber dalam seminar internasional di Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Senin (14/9/2026).

Dalam pemaparannya, Norazirawati menekankan posisi AI sebagai alat bantu untuk menyelesaikan persoalan manusia. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan pengguna dalam mengendalikan dan menilai informasi yang dihasilkan.

“AI bukan sebagai pengendali pikiran kita tapi menjadi tools untuk membantu kita menyelesaikan permasalahan. Jadilah pengguna AI yang bijak dan jangan terlena oleh AI,” ujar Norazirawati Ahmad dalam pemaparannya.

Norazirawati menyoroti perubahan cara manusia bekerja dan memperoleh informasi seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

AI kini hadir dalam berbagai aktivitas, termasuk pendidikan, pekerjaan, industri kreatif, dan komunikasi sehari-hari. Teknologi tersebut membantu pengguna menyelesaikan sejumlah pekerjaan dalam waktu lebih singkat.

Di lingkungan pendidikan tinggi, mahasiswa memiliki akses terhadap berbagai aplikasi AI untuk mencari ide, memahami materi, menyusun konsep, dan menunjang kebutuhan akademik.

Meski demikian, Norazirawati mengingatkan pengguna agar tidak langsung menerima seluruh jawaban yang dihasilkan teknologi tersebut tanpa pemeriksaan dan pertimbangan.

Pengguna perlu menilai kesesuaian informasi dengan kebutuhan, memeriksa dasar informasi, serta mempertimbangkan relevansinya terhadap persoalan yang sedang dihadapi.

Kemampuan mengoperasikan aplikasi AI juga perlu disertai pemahaman mengenai batas penggunaan teknologi.

Menurut Norazirawati, pengalaman, pertimbangan, dan tanggung jawab manusia tetap memiliki peran dalam proses pengambilan keputusan.

Ia mengajak peserta seminar menempatkan AI sebagai pendukung pekerjaan tanpa menyerahkan seluruh proses berpikir kepada teknologi.

Pesan tersebut menjadi bagian dari pembahasan seminar internasional UIN SUNA mengenai perkembangan teknologi dan peran manusia dalam menghadapi perubahan cara bekerja serta memperoleh informasi.

Norazirawati menegaskan pengguna tetap memegang kendali atas teknologi, termasuk ketika menentukan kelayakan informasi dan mengambil keputusan berdasarkan jawaban yang dihasilkan AI.