News  

Dirut Baru PDBU Bidik Potensi Pertanian dan Perikanan Aceh Utara

Bung TMR

ACEH UTARA – Direktur Utama PT Perusahaan Daerah Bina Usaha (PDBU) Perseroda periode 2026–2030, Zulfikar, S.T., langsung menyiapkan langkah pembenahan bisnis perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Usai dilantik bersama jajaran direksi dan Dewan Komisaris PDBU di Lhoksukon, Rabu (2/9/2026), Zulfikar mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memetakan ulang seluruh potensi usaha yang dimiliki PDBU, termasuk bisnis yang masih berjalan maupun yang sempat terhenti.

“Langkah awal kami tentu melihat kembali potensi yang ada, baik yang selama ini berjalan maupun yang sempat mandek. Kami bersama Komisaris akan melakukan rapat internal dan pencermatan dokumen terlebih dahulu sebelum mengeksekusi rencana bisnis,” kata Zulfikar kepada wartawan.

Menurutnya, pemetaan tersebut penting dilakukan agar setiap keputusan bisnis PDBU ke depan memiliki dasar yang jelas, baik dari sisi potensi usaha maupun kelayakan komersialnya.

Zulfikar menyebut sektor kelautan, perikanan, dan pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Ketiga sektor tersebut dinilai sejalan dengan karakteristik dan basis ekonomi masyarakat Aceh Utara.

“Sektor pertanian dan perikanan merupakan motor utama daerah,” ujarnya.

Ia menilai Aceh Utara memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut, mulai dari kawasan pertanian yang luas hingga garis pantai yang membentang panjang dari perbatasan Aceh Timur hingga Bireuen.

Potensi tersebut, kata Zulfikar, akan dipelajari dan disinergikan dengan arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

“Kita memiliki garis pantai yang panjang dari perbatasan Aceh Timur hingga Bireuen, serta lahan pertanian yang sangat luas. Potensi inilah yang akan kita gali dan sinergikan dengan RPJM daerah,” katanya.

Selain melakukan pemetaan potensi, manajemen baru PDBU juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bisnis perusahaan. Zulfikar menyebut proses tersebut sebagai bagian dari due diligence sebelum menentukan langkah bisnis selanjutnya.

Ia mengatakan pengalaman yang diperolehnya saat terlibat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami bersama lembaga non-pemerintah (NGO) juga akan dimanfaatkan sebagai perspektif dalam memberikan masukan strategis bagi pembangunan Aceh Utara.

Meski demikian, Zulfikar menegaskan PDBU tetap akan ditempatkan sebagai entitas bisnis yang berorientasi komersial.

“Kita akan melihat mana yang potensial dan bisa dikembangkan secara bisnis,” ujarnya.

Zulfikar juga mengajak masyarakat serta seluruh elemen daerah untuk memberikan masukan terhadap pengembangan PDBU. Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu perusahaan daerah itu menghasilkan kontribusi yang lebih nyata bagi perekonomian Aceh Utara.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dayan Albar, S.Sos., M.A.P., mengatakan Pemkab Aceh Utara akan terus memantau kinerja PDBU dan seluruh BUMD lainnya. Evaluasi terhadap kinerja BUMD akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.

Pemkab berharap jajaran manajemen baru PDBU mampu mengoptimalkan aset daerah serta meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan dan perekonomian daerah.[]

Penulis : Jefry Tamara