Lhokseumawe – PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkit Arun menyerahkan satu unit perahu karet kepada Polres Lhokseumawe untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir. Penyerahan bantuan berlangsung di Markas Komando Polres Lhokseumawe, Rabu, 29 Juli 2026.
Bantuan diserahkan Asman Business Support PLN NP Arun, M. Dimas Mucharomi, kepada Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan yang didampingi para pejabat utama Polres.
M. Dimas Mucharomi mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus upaya mendukung kesiapan aparat dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat saat terjadi bencana.
“Penyerahan satu unit perahu karet ini kami lakukan untuk membantu kesiapsiagaan di wilayah Kota Lhokseumawe, yang kami serahkan langsung kepada Bapak Kapolres. Harapan kami, langkah ini dapat semakin memperkuat fasilitas pendukung yang ada, dan dapat dimanfaatkan secara luas untuk membantu masyarakat apabila memang terjadi keadaan darurat, seperti bencana alam, banjir, maupun kejadian lainnya,” ujar M. Dimas Mucharomi.
Menurutnya, bantuan tersebut juga dilatarbelakangi pengalaman banjir besar yang melanda wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya pada November 2005. Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting agar kesiapan menghadapi bencana terus ditingkatkan melalui penyediaan sarana pendukung.
“Pengalaman pahit saat banjir besar November 2005 lalu menjadi perhatian serius kami. Kami berharap sarana ini dapat bermanfaat maksimal, sehingga ke depannya Polres Lhokseumawe lebih siap, tangkas, dan sigap membantu masyarakat yang membutuhkan evakuasi atau pertolongan saat bencana kembali terjadi,” katanya.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN NP Arun. Ia menilai bantuan tersebut penting mengingat wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara akan memasuki musim penghujan pada Oktober hingga Desember.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PLN Nusantara Power atas bantuan perahu karet ini. Alat ini akan segera kami siagakan dan gunakan khusus menghadapi musim hujan di bulan-bulan mendatang. Biasanya pada bulan Oktober, November, hingga Desember merupakan puncak musim hujan di wilayah ini. Oleh karena itu, kami akan memprioritaskan penempatan dan pengoperasiannya di daerah-daerah yang teridentifikasi rawan banjir, seperti wilayah Aceh Utara, Kecamatan Sawang, Muara Batu, serta kawasan Kecamatan Samudra dan Gedung,” ungkap AKBP Dr. Ahzan.
Ia menjelaskan perahu karet tersebut akan dikelola dan dioperasikan oleh Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Lhokseumawe. Personel Satpol Air juga bertanggung jawab terhadap perawatan agar peralatan selalu siap digunakan saat dibutuhkan.
“Bantuan ini nantinya akan dirawat dan dioperasikan oleh tim Satpol Air Polres Lhokseumawe. Tentunya perawatan dan penggunaannya memerlukan keahlian khusus agar awet dan berfungsi baik. Mudah-mudahan fasilitas ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, dan bisa kami gunakan sebaik-baiknya untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan saat terjadi bencana,” tambahnya.
Usai serah terima, jajaran Polres Lhokseumawe langsung melakukan uji coba operasional perahu karet di perairan Lhokseumawe untuk memastikan kelayakan fungsi dan kesiapan alat sebelum digunakan dalam operasi penanggulangan bencana.








