ACEH UTARA – Masyarakat Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, meminta pemerintah segera membangun tanggul pengaman pantai sepanjang sekitar 300 meter. Abrasi yang terus mengikis daratan kini mengancam jalan utama dan bangunan mushala di kawasan pesisir.
Geuchik Gampong Lancok, Mulyanda, Rabu (2/9/2026), mengatakan kondisi garis pantai saat ini semakin mengkhawatirkan, terutama setelah banjir besar pada 26 November 2025 yang mengubah kondisi kawasan pesisir.
Menurut dia, penanganan tanggul perlu dilakukan segera untuk mengantisipasi gelombang tinggi dan pasang laut yang berpotensi memperparah abrasi.
“Ini sangat berbahaya. Kita akan memasuki bulan Desember, ombak laut biasanya meningkat dan curah hujan juga semakin tinggi,” kata Mulyanda.
Warga khawatir abrasi terus berlanjut hingga memutus jalan utama yang menjadi akses masyarakat. Jika akses tersebut terputus, air laut dikhawatirkan lebih mudah masuk ke permukiman setiap kali pasang dan memperluas kerusakan.
Ancaman serupa juga membayangi sebuah mushala yang berada tidak jauh dari garis pantai. Daratan di sekitar bangunan terus terkikis sehingga bangunan tersebut berisiko ambruk.
Sekretaris Desa Lancok, Azwani, mengatakan pembangunan tanggul menjadi kebutuhan mendesak sebelum kerusakan semakin meluas.
“Kalau jalan putus, setiap air pasang akan masuk ke perkampungan dan kerusakannya bisa lebih parah,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memasang tanggul pada titik-titik pantai yang rawan. Selain melindungi jalan dan bangunan, tanggul dinilai penting untuk menjaga permukiman warga dari ancaman air laut dan abrasi.
