Indeks
News  

Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Gebrakan Pembangunan di 2026

Lhokseumawe — Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyatakan akan melakukan sejumlah gebrakan pembangunan pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan coffee morning bersama insan pers yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Jumat (9/1/2026).

Dalam paparannya di hadapan awak media, Sayuti mengatakan bahwa selama hampir satu tahun masa kepemimpinannya lebih difokuskan pada tahap sosialisasi. Menurutnya, fase tersebut kini telah cukup dan Pemerintah Kota Lhokseumawe akan mulai melangkah pada tindakan nyata pembangunan.

“Selama hampir setahun saya memimpin, tahap sosialisasi mungkin sudah cukup. Kini saatnya Pemerintah Kota Lhokseumawe melakukan langkah nyata untuk pembangunan ke depan,” ujar Sayuti.

Salah satu fokus utama pembangunan adalah percepatan penyelesaian Masjid Islamic Center Lhokseumawe yang telah puluhan tahun belum rampung. Pemerintah kota, kata Sayuti, akan memplot anggaran khusus untuk mempercepat pembangunan masjid tersebut demi kenyamanan umat dalam beribadah.

Selain itu, penataan jalan protokol juga menjadi perhatian serius. Sayuti menyebutkan, Jalan Merdeka yang merupakan salah satu jalur utama masuk ke Kota Lhokseumawe akan segera dibenahi.
“Semua baliho dan papan reklame di sepanjang Jalan Merdeka dalam waktu dekat akan dibongkar agar kawasan tersebut lebih indah. Para pedagang dan toko yang melewati garis batas juga akan segera ditertibkan,” katanya.

Ia menambahkan, Jalan Merdeka akan ditata seindah mungkin agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pendatang yang memasuki kota.

Di sektor lingkungan dan infrastruktur, Pemerintah Kota Lhokseumawe juga berencana melakukan normalisasi Waduk Pusong dengan pengerukan ulang guna meningkatkan daya tampung air. Selain itu, kawasan permukiman kumuh di sekitar Waduk Pusong akan dibenahi secara bertahap.

Terkait jalur sungai di wilayah Kota Lhokseumawe, Sayuti mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Muara untuk melakukan normalisasi sungai-sungai yang bermuara langsung ke laut.

Mengenai anggaran pembangunan tahun 2026, Sayuti menyatakan bahwa pemerintah kota telah memplot anggaran awal dan akan terus berupaya mencari sumber pendanaan tambahan agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Sayuti juga menegaskan komitmennya terhadap kinerja jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Ia memberikan tenggat waktu enam bulan kepada para kepala dinas untuk menunjukkan kinerja yang baik.

“Saya beri waktu enam bulan. Jika tidak beres, akan segera saya copot,” tegasnya.

Exit mobile version