Indeks
News  

Ketika Bantuan Sosial Tak Tepat Guna: Rumah Rakyat Berakhir Jadi Kandang

Aceh Utara – Miris, demikian kata yang mungkin sepadan menggambarkan kondisi ketimpangan di Kabupaten Aceh Utara. Betapa tidak, di saat ribuan kaum dhuafa di daerah ini membutuhkan hunian tempat tinggal layak huni, justru sebaliknya yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Nibong.

Rumah bantuan pemerintah dijadikan kendang ayam oleh salah seorang warga Gampong Seulunyok.

Berawal dari kiriman foto yang diterima wartawan media ini, pada Jumat (20/2/26), pewarta mendatangi lokasi rumah yang dijadikan tempat memelihara ternak oleh salah seorang warga setempat. Lokasi desa yang berada di pelosok dengan titik yang disebutkan sedikit menyulitkan awak media untuk menjangkau lokasi. Setelah bertanya kepada beberapa warga setempat, awak media akhirnya tiba di rumah yang disebutkan.

Benar saja, dalam pekarangan pagar yang ditata rapi untuk kandang ternak, terdapat rumah permanen berukuran type 36 dengan cat warna krim, identik rumah bantuan. Rumah bantuan tersebut terlihat sudah mengalami kerusakan di beberapa sisi.

Hal yang lebih mencengangkan terdapat beberapa kendang anak ayam yang berada di dalam rumah. Awak media tidak dapat mengakses hingga ke dalam rumah dikarenakan pagar yang tertutup rapat dan tidak ada warga di sekitar rumah.

Dari kondisi lantai dan pekarangan rumah, awak media menduga rumah tersebut dijadikan kandang ternak sudah dalam waktu yang lama.

Awak media sempat menanyakan pemilik dan kondisi rumah tersebut kepada warga sekitar. Namun, warga juga tidak mengetahui secara pasti pemilik rumah dan pemilik ternak tersebut.

Dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Geuchik Seulunyok, Mulyadi awalnya mengaku tidak mengetahui maksud pertanyaan awak media, namun setelah dijelaskan bahwa awak media sudah mendatangi lokasi dan mengambil dokumentasi visual barulah geuchik memberi keterangan.

“Saya baru menjabat satu bulan di desa ini, saya tidak mengetahui persis bagaimana proses rumah bantuan itu dibangun dan siapa pemiliknya. Tapi saya dengar sepertinya dari Pokir anggota DPRK Aceh Utara” ujarnya.

Dia juga awalnya mengaku tidak mengetahui siapa pemilik ternak, namun setelah dikonfirmasi bahwa awak media sudah mengantongi nama sosok pemilik ternak dan rumah bantuan, barulah geuchik mengakui dan tidak membantah.

“Saya kirim nomor dia ya. Benar kebetulan dia juga bendahara gampong disini, tanyakan saja langsung ke dia” ujar Geuchik Seulunyok.

Pewarta menghubungi Syar, pemilik ternak dimaksud, dari pembicaraan dia mengakui ternak itu miliknya, namun dia menyebut rumah bantuan tersebut milik orang lain.

“Rumah bantuan bukan milik saya, tapi ternak ayam itu iya punya saya, karena banjir-banjir kemarin saya pindahkan ke dalam rumah” ujar Syar.

Dia mengaku tidak mengetahui mengapa pemilik tidak menghuni rumah bantuan tersebut.

Dia justru menuding persoalan ini pasti berawal dari laporan lawan politik pihaknya di gampong. “Ini pasti kelompok mantan geuchik yang melaporkan ke media, saya juga mau laporkan ketimpangan pada masa kepemimpinan geuchik sebelumnya” ujar Syar sembari meminta waktu bertemu dengan awak media untuk membeberkan persoalan Gampong Seulunyok seluruhnya.

Exit mobile version