News  

Muhammad Aziz Hakim: Dosen Harus Publikasikan Gagasan di Media Massa untuk Perkuat Reputasi Akademik

Riza
Dosen Pemula dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Provinsi Aceh mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetisi Dosen Pemula (PKDP) di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (18/06/2026).

Banda Aceh – Dosen perguruan tinggi didorong lebih aktif menulis dan mempublikasikan gagasan di media massa populer. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat reputasi akademik sekaligus menghadirkan kontribusi keilmuan kampus kepada masyarakat luas.

Pesan tersebut disampaikan Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Muhammad Aziz Hakim, MH, saat menjadi narasumber dalam Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) yang diselenggarakan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).

Dalam pemaparannya, Aziz Hakim menegaskan publikasi dosen tidak terbatas pada jurnal ilmiah. Menurutnya, media massa menjadi ruang strategis bagi akademisi untuk menyampaikan hasil kajian, analisis, dan pandangan keilmuan kepada masyarakat.

“Dosen tidak cukup menulis untuk kalangan akademik. Pemikiran dan hasil kajian juga perlu dipublikasikan di media massa populer agar memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat reputasi akademik dosen,” ujarnya.

Ia menyebut kehadiran dosen di media massa dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Tulisan yang dipublikasikan di media juga menjadi sarana untuk menjawab berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat berdasarkan pendekatan akademik.

Menurut Aziz Hakim, budaya menulis perlu dibangun sejak awal karier dosen. Konsistensi menghasilkan tulisan, baik dalam bentuk karya ilmiah maupun artikel populer, akan memperkuat rekam jejak akademik dan meningkatkan visibilitas keilmuan seorang dosen.

Salah seorang peserta PKDP dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Maturidi, mengaku memperoleh wawasan baru dari materi yang disampaikan. Ia menilai aktivitas menulis di media massa memiliki nilai akademik sekaligus mendukung pengembangan kapasitas pribadi dosen.

“Materi ini membuka pemahaman saya bahwa menulis di media massa bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi juga bagian dari membangun personal branding dosen di ruang publik,” katanya.

Maturidi menambahkan media massa menjadi wadah bagi dosen untuk menyampaikan gagasan dan menjaga produktivitas intelektual.

“Melalui tulisan, dosen memiliki ruang untuk mengekspresikan pemikiran agar tidak mandek. Gagasan yang lahir dari kajian akademik perlu dibagikan kepada masyarakat sehingga memberi manfaat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang,” ujarnya.

Kegiatan PKDP tersebut diikuti dosen pemula dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Provinsi Aceh. Selain membahas publikasi akademik, program tersebut juga menguatkan kompetensi dasar dosen dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.