Maulid Nabi di Syamtalira Bayu, Merawat Akhlak di Tengah Dunia Pendidikan

Bung TMR

Matahari bersinar cerah ketika gerbang SMAN 1 Syamtalira Bayu, Aceh Utara, mulai dilalui warga sekolah, Rabu (21/10/2026). Di halaman, beberapa bagian lantai semen masih basah akibat hujan yang mengguyur malam sebelumnya. Namun, sisa hujan itu tidak mengurangi kekhidmatan suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menjelang pukul 10.00 WIB, suasana sekolah terasa berbeda. Aktivitas belajar sejenak berpadu dengan nuansa religius. Lalu, alunan zikir mulai menggema, memenuhi lingkungan sekolah dan mengajak setiap hati untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW.

Lantunan zikir itu menjadi pembuka peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan keluarga besar SMAN 1 Syamtalira Bayu. Suasana khidmat terasa ketika rangkaian kegiatan berlangsung, membawa pesan tentang pentingnya menjaga akhlak dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Peringatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Pribadi yang Jujur dan Peduli Sesama”. Tema itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan, tetapi juga pembentukan karakter.

Setelah zikir, kegiatan dilanjutkan dengan nasyid yang menambah nuansa religius peringatan tersebut. Syair-syair Islami yang dilantunkan menjadi bagian dari ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sosok yang mengajarkan kejujuran, kesederhanaan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.

Di antara rangkaian acara, santunan kepada 20 anak yatim menjadi salah satu bagian penting. Melalui kegiatan itu, semangat Maulid tidak hanya disampaikan lewat lantunan zikir dan nasyid, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan berbagi.

Santunan tersebut menghadirkan pesan bahwa kepedulian perlu tumbuh melalui perbuatan nyata. Bagi lingkungan sekolah, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai empati kepada para siswa, bahwa sesama manusia harus saling menghargai dan membantu, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.

Kepala SMAN 1 Syamtalira Bayu, Mustafa, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah itu dirangkai dengan zikir, nasyid, serta santunan kepada 20 anak yatim.

“Rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini dimulai dengan zikir, dilanjutkan nasyid dan santunan kepada 20 anak yatim,” ujar Mustafa.

Ia berharap momentum Maulid dapat memperkuat keimanan sekaligus mendorong seluruh keluarga besar SMAN 1 Syamtalira Bayu untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui peringatan Maulid ini, saya berharap keluarga besar SMAN 1 Syamtalira Bayu semakin mengamalkan akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam membangun kejujuran, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut hendaknya tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Harapan tersebut juga menjadi pesan bagi para siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi turut membangun kepribadian yang santun, jujur, bertanggung jawab, dan peka terhadap keadaan orang lain.

Sebab, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari nilai di atas kertas. Lebih dari itu, pendidikan juga tercermin dari cara seseorang berkata jujur, menghormati orang lain, serta bersedia membantu tanpa membedakan keadaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi, keluarga besar SMAN 1 Syamtalira Bayu diharapkan dapat terus menumbuhkan suasana pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.

Ketika kegiatan berakhir, lantunan zikir mungkin tak lagi terdengar di halaman sekolah. Namun, pesan yang dibawanya diharapkan tetap tinggal dalam keseharian para siswa dan guru: meneladani Rasulullah bukan hanya dengan mengingat kelahirannya, melainkan juga dengan menghadirkan kejujuran dan kepedulian dalam setiap tindakan.

Di sekolah itu, Maulid menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ia menjadi ruang untuk kembali mengingat bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika tumbuh bersama akhlak, dan kehidupan akan terasa lebih indah ketika kepedulian menjadi bagian dari keseharian.[]