Lhokseumawe – Sebanyak 163 warga penghuni hunian sementara (huntara) Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, menjalani pemeriksaan dan pengobatan gratis dalam kegiatan bakti kesehatan yang digelar Kamis (26/2/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Angkatan 83/Widya Parama Satwika (WPS), yang turut didukung oleh Sidokkes Polres Lhokseumawe bersama jajaran Polsek Muara Satu.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Wakapolres Lhokseumawe, Wakapolsek Muara Satu, personel Polsek Muara Satu, personel Sidokkes Polres Lhokseumawe, serta dokter dan perawat mitra Polres Lhokseumawe.
Dalam kegiatan tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemberian obat-obatan kepada masyarakat terdampak banjir. Selain layanan medis, juga dilaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi huntara guna membantu pemulihan kondisi psikologis pascabencana.
Dari hasil pemeriksaan, tercatat 163 warga mendapatkan layanan kesehatan dengan rincian keluhan dan penyakit yang ditangani antara lain dermatitis sebanyak 36 pasien, ISPA 31 pasien, hipertensi 25 pasien, anemia 25 pasien, diabetes melitus 21 pasien, cephalgia atau sakit kepala 23 pasien, low back pain (LBP) 16 pasien, diare 18 pasien, artritis 20 pasien, serta common cold sebanyak 17 pasien.
Kegiatan bakti kesehatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak banjir, khususnya dalam memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau dan tertangani dengan baik.
Iptu Yoga Priandono, mahasiswa PTIK yang tergabung dalam pengabdian masyarakat tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepada warga terdampak banjir.
“Kami berharap layanan kesehatan ini dapat membantu meringankan keluhan masyarakat dan mempercepat pemulihan mereka. Semoga Aceh segera pulih dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” ujarnya.
Kegiatan bakti kesehatan ini menjadi wujud nyata sinergi pendidikan kepolisian dengan pelayanan kemanusiaan, terutama di tengah suasana Ramadan, agar masyarakat yang terdampak tetap merasakan kehadiran dan kepedulian Polri.
Di tengah suasana Ramadan, pelayanan kesehatan dan trauma healing tersebut diharapkan mampu memberikan rasa tenang sekaligus mempercepat proses pemulihan warga di huntara Blang Naleung Mameh.
