Aceh Utara — Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., bersama Dansatgas Brimob Pengendali Operasi Polda Aceh dan jajaran, melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek langsung rencana pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (25/1/2025).
Kunjungan tersebut difokuskan pada dua titik rencana pembangunan jembatan, yakni penghubung Desa Sawang–Desa Lhok Cut serta Desa Riseh Tunong–Dusun Cot Calang, yang selama ini menjadi akses vital masyarakat namun terputus akibat kerusakan jembatan.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan mengatakan, pengecekan ini dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan jembatan Bailey dapat segera direalisasikan sebagai solusi cepat bagi masyarakat terdampak.
“Jembatan Bailey ini bersifat darurat namun sangat strategis. Tujuannya agar mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ujar Kapolres di sela-sela peninjauan.
Ia menjelaskan, pada titik pertama jembatan Bailey nantinya akan menghubungkan Desa Sawang dengan empat desa, yakni Desa Lhok Cut, Blang Cut, Gunci, dan Kubu, yang selama ini sangat bergantung pada akses tersebut untuk kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, titik kedua direncanakan untuk menghubungkan Desa Riseh Tunong dengan Dusun Cot Calang, yang juga menjadi jalur utama warga dalam beraktivitas dan mengangkut hasil pertanian.
“Kami bersama Brimob Polda Aceh, pemerintah gampong terus berkoordinasi agar pembangunan ini berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama saat mereka mengalami kesulitan akses,” tegas Kapolres.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri Dansatgas Brimob Pengendali Operasi Polda Aceh Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, jajaran Polsek Sawang, para geuchik desa terdampak, serta pihak vendor pembangunan jembatan.
