ACEH UTARA – Personel Polres Lhokseumawe bersama BKO Brimobda Kaltim melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan rumah ibadah yang terdampak banjir di Masjid Syuhada, Desa Madan, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (2/1/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., serta dihadiri Anggota DPD RI Aceh H. Sudirman alias Haji Uma, jajaran pejabat utama Polres Lhokseumawe, personel BKO Brimobda Kaltim, Kapolsek Samudera, serta masyarakat setempat.
Gotong royong difokuskan pada pembersihan sedimen tanah lumpur yang mengendap di halaman masjid, tempat wudhu, serta akses jalan menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Madan. Untuk mempercepat proses pembersihan, turut dikerahkan satu unit Mobil Water Canon (AWC) beserta peralatan korve lainnya.
Selain melakukan pembersihan, Kapolres Lhokseumawe juga menyerahkan bantuan berupa satu unit tandon air berkapasitas 500 liter dan satu unit mesin pompa air kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Syuhada guna mendukung kebutuhan air bersih jamaah.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat pascabencana.
“Hari ini, 2 Januari 2026, kami dari Polres Lhokseumawe dibantu BKO Brimobda Kaltim bersama-sama membersihkan Masjid Syuhada yang terdampak banjir cukup parah. Ini adalah wujud kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat, agar masjid kembali bersih dan dapat digunakan dengan nyaman untuk beribadah, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Anggota DPD RI Aceh H. Sudirman alias Haji Uma mengapresiasi langkah cepat Polres Lhokseumawe dan BKO Brimobda Kaltim.
“Saya sangat mengapresiasi dedikasi Polri dan Brimob Kaltim yang hadir langsung membantu masyarakat Aceh. Inilah wujud sinergi Polri dalam menjawab penderitaan warga pascabencana,” ungkapnya.
Dari hasil kegiatan tersebut, sedimen lumpur di halaman masjid tampak sudah lebih bersih, serta fasilitas tempat wudhu dan MCK kini sudah dapat digunakan kembali dalam kondisi bersih dan layak. Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah warga yang terdampak bencana.
