ACEH UTARA – Enam peserta asal Kabupaten Aceh Utara ikut mengantarkan Kafilah Provinsi Aceh meraih peringkat keempat pada Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bagi peserta yang berhasil meraih juara.
Dari enam peserta asal Aceh Utara yang tampil dalam kafilah Aceh, tiga di antaranya mencatat prestasi pada MTQN XXXI. Masing-masing meraih juara pertama, juara ketiga, dan harapan pertama.
Kafilah Aceh sendiri mengakhiri MTQN XXXI dengan 99 poin dan menempati posisi keempat dalam klasemen nasional.
Ketika ditanyakan apakah Pemkab Aceh Utara akan memberikan penghargaan kepada peserta berprestasi tersebut, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir, menyebut penghargaan biasanya diberikan oleh pemerintah provinsi.
“Penghargaan dll itu biasanya dari Provinsi,” tulis Muntasir melalui pesan WhatsApp, Minggu (20/9/2026).
Jawaban tersebut belum menjelaskan apakah Pemkab Aceh Utara memiliki bentuk apresiasi tersendiri bagi peserta asal daerahnya yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.
Konfirmasi mengenai hal yang sama sebelumnya juga telah disampaikan kepada Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, S.Sos. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp telah terbaca, ditandai dengan centang biru.
Muntasir juga ditanyakan apakah peserta Aceh Utara yang meraih prestasi pada MTQ tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya telah atau akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah kabupaten. Namun, tidak ada tanggapan lanjutan.
Informasi yang diterima media ini menyebutkan, peserta Aceh Utara yang berhasil meraih juara pada MTQ tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya juga disebut belum menerima penghargaan dari pemerintah kabupaten.
Belum ada penjelasan resmi apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan penghargaan, mekanisme penganggaran, atau pertimbangan lain dari pemerintah daerah.
Di sisi lain, prestasi peserta Aceh Utara di Semarang menjadi bagian dari capaian Kafilah Aceh yang berhasil menembus empat besar nasional. Raihan tersebut menunjukkan adanya peserta asal Aceh Utara yang mampu bersaing dalam ajang MTQ tingkat nasional.
Kini, perhatian bergeser pada bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap prestasi tersebut. Apakah penghargaan akan diberikan oleh Pemerintah Aceh saja, atau Pemkab Aceh Utara juga memiliki skema penghargaan bagi putra-putrinya yang mengharumkan nama daerah, masih menunggu penjelasan resmi pemerintah kabupaten.








