News  

Aceh Berduka, Mantan Gubernur Zaini Abdullah Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

Affandi Tay

BANDA ACEH – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah, meninggal dunia pada Sabtu (13/6/2026) siang di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Almarhum wafat dalam usia 86 tahun setelah menjalani perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, tokoh yang akrab disapa Abu Doto itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12:26 WIB. Kabar wafatnya segera menyebar luas di tengah masyarakat Aceh dan memunculkan gelombang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, politisi hingga warga yang mengenal kiprah almarhum selama hidupnya.

Menurut informasi yang beredar dari pihak keluarga dan kerabat, jenazah almarhum dimandikan di RSUDZA sebelum dibawa ke rumah duka di Banda Aceh. Selanjutnya, jenazah direncanakan dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman usai salat Ashar dan kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Gampong Trubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Zaini Abdullah lahir di Pidie pada 24 April 1940. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai seorang dokter yang menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Sumatera Utara dan sempat berkarier di Swedia. Dalam perjalanan sejarah Aceh, ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh penting Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang terlibat dalam berbagai proses diplomasi dan perundingan damai Aceh.

Pasca penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki, Zaini Abdullah bersama Muzakir Manaf memenangkan Pilkada Aceh 2012. Keduanya kemudian memimpin Aceh sebagai gubernur dan wakil gubernur dalam periode yang dianggap sebagai salah satu fase penting konsolidasi perdamaian dan pembangunan pascakonflik di Aceh.

Selama masa kepemimpinannya, Zaini Abdullah dikenal sebagai sosok yang mengedepankan stabilitas politik, penguatan implementasi kekhususan Aceh, serta pembangunan daerah dalam suasana damai pascakonflik. Kiprahnya menjadikan namanya tercatat sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan politik modern Aceh.

Wafatnya Zaini Abdullah menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Selain pernah memimpin provinsi paling barat Indonesia itu, almarhum juga dikenang sebagai salah satu tokoh yang berkontribusi dalam proses perdamaian yang mengakhiri konflik berkepanjangan di Aceh.