News  

Buggy Pasien RSU Cut Meutia Hanya Dapat Layani Rute IGD – Ruang Firdaus

Zamanhuri
Foto/ Dokumentasi Notula

Lhoksukon – Buggy pasien atau kendaraan khusus menyerupai mobil golf yang dioperasikan RSU Cut Meutia Aceh Utara saat ini hanya melayani rute tertentu di lingkungan rumah sakit tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan listrik tersebut digunakan untuk mengantar pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuju ruang rawat Firdaus atau sering disebut dengan Pinere.

Humas RSU Cut Meutia, dr. Harry Laksanakan, saat dikonfirmasi Rabu (10/6/2026), mengatakan kendaraan tersebut digunakan untuk melayani pemindahan pasien ke ruang rawat yang lokasinya terpisah dan berjarak lebih jauh dari gedung utama rumah sakit.

“Dari IGD ke ruang rawat inap yang agak jauh seperti Firdaus/Pinere,” katanya.

Menurut Harry, sebagian besar ruang perawatan lainnya masih dapat dijangkau menggunakan kursi roda dan brankar sehingga tidak memerlukan kendaraan khusus.

“Akses dalam RS masih bisa dijangkau dengan kursi roda dan brangkar RS, sedangkan untuk akses ke Pinere dan ruang UPIP (jiwa) terpisah dari gedung utama makanya digunakan mobil golf itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan mobil golf diprioritaskan untuk pasien dengan kondisi stabil, sedangkan pemindahan pasien ke Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) tetap menggunakan ambulans.

“Mobil golf lebih efektif untuk pasien yang kondisi aman. Sementara untuk ruang jiwa (UPIP) masih pakai ambulans mengingat keadaan pasien yang masih sering melawan,” katanya.

Harry menyebutkan sejak diresmikan Bupati Aceh Utara pada November 2025, buggy pasien telah digunakan untuk mengantar lebih dari 50 pasien.

“Sejak diresmikan Bupati Aceh Utara bulan November 2025, sudah melakukan pengantar lebih dari 50 pasien,” ujar Harry.

Ia juga mengakui kendaraan tersebut tidak digunakan untuk melayani seluruh ruang rawat inap di RSU Cut Meutia.

“Tidak bisa menjangkau ruang inap lain, lebih difokuskan ke kedua ruang ini saja,” katanya.

Sementara itu, seorang pasien bernama Shaimah mengaku kurang nyaman saat menggunakan layanan tersebut ketika dipindahkan dari IGD ke ruang Pinere.

“Malam itu saya dibawa dari IGD ke ruang Inap Pinere dengan mobil golf, kondisi hujan rintik-rintik, saya tidak nyaman,” ungkap Shaimah, Selasa,(9/6/2026).

Ia mengaku merasa takut selama perjalanan karena kendaraan tidak memiliki dinding pelindung, sementara kondisi jalan yang dilalui masih kurang rata.

“Saya takut saat dibawa, mobilnya tidak ada dinding, apalagi waktu itu hujan rintik-rintik. Menurut saya lebih nyaman kalau pakai ambulans,” ujar Shaimah.

Menanggapi kondisi jalur tersebut, Harry mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan perbaikan secara mandiri melalui kegiatan gotong royong.

“Akses IGD-Pinere melewati jalan utama memang jalan paving blok yang sebagian juga tidak mulus, tapi sudah diperbaiki secara mandiri oleh RS melalui gotong royong,” ujarnya.

Penulis : Zaman Huri