Aceh Utara – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) meresmikan pembangunan 200 unit Jembatan Garuda Merah Putih serta sejumlah jembatan lainnya, seperti jembatan gantung, jembatan perintis, dan jembatan Aramco. Peresmian dipusatkan di Gampong Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (9/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kasad didampingi Pangdam Iskandar Muda , Bupati Aceh Utara , Danrem 011/Lilawangsa , serta Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin. Kehadiran para pimpinan TNI dan pemerintah daerah tersebut menunjukkan sinergi dalam upaya mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana banjir.
Pembangunan ratusan jembatan itu merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat untuk membantu daerah yang terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, terutama petani, pelajar, dan warga yang setiap hari harus melintasi sungai untuk menjalankan aktivitas.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pembangunan jembatan menjadi salah satu prioritas dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana. Ia menargetkan hingga Agustus 2026 sebanyak 480 jembatan gantung dapat dibangun di berbagai daerah yang terdampak banjir di tiga provinsi tersebut.
“Kami akan terus melakukan pengawasan bersama pemerintah untuk memastikan kekokohan jembatan ini, karena program ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden ,” ujar Kasad.
Sementara itu, Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin menyampaikan rasa syukur atas peresmian jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, dengan diresmikannya jembatan ini masyarakat dapat lebih mudah beraktivitas. Semoga jembatan ini memberi manfaat besar, terutama dalam memperlancar akses ekonomi, pendidikan, dan kegiatan sosial warga,” katanya.
Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir di Aceh. Di antaranya dengan mengerahkan satuan Zeni untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor, menormalisasi aliran sungai, serta membantu membersihkan fasilitas umum seperti rumah warga, perkantoran, sekolah, musala, masjid, hingga jalan antar desa dan sarana pendidikan.
Seorang warga Kecamatan Sawang mengaku bersyukur dengan dibangunnya jembatan tersebut. Selama ini, kata dia, masyarakat sering mengalami kesulitan menyeberangi sungai ketika debit air meningkat.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI. Dengan adanya jembatan ini, anak-anak lebih mudah pergi ke sekolah dan warga juga lebih aman saat melintas,” ujarnya.








