Aceh Utara – Bupati Aceh Utara mengklaim pembagian bantuan daging meugang bagi warga terdampak banjir telah dilakukan secara adil dan merata. Bantuan tersebut disalurkan ke 852 gampong di 27 kecamatan.
Pernyataan itu disampaikan dalam agenda Jumpa Pers dalam evaluasi pemulihan dampak banjir, Senin, 16 Februari 2026, di Op Room Kantor Bupati Aceh Utara.
“Alhamdulillah, sapi-sapi sudah dibagikan kepada masyarakat di 852 desa di Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah yang bervariasi,” ujar Bupati yang akrab disapa Ayahwa.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebelumnya menggelar rapat bersama unsur Forkopimda untuk membahas mekanisme penyaluran bantuan daging meugang Ramadan dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Bantuan tersebut ditujukan bagi korban terdampak banjir bandang di Aceh Utara.
Pemkab Aceh Utara menerima transfer anggaran meugang sebesar Rp19,55 miliar dari Sekretariat Presiden ke Rekening Kas Umum Daerah Aceh Utara. Dari total dana tersebut, Rp19.462.950.000 dibelanjakan khusus untuk pengadaan sapi meugang Ramadan.
Total sapi yang disalurkan mencapai 1.109 ekor. Setiap gampong menerima minimal satu ekor sapi. Untuk wilayah yang terdampak paling parah, sebagian gampong menerima dua hingga lima ekor sapi. Kecamatan yang masuk kategori terdampak berat antara lain Langkahan, Sawang, Baktiya, Tanah Jambo Aye, dan Muara Batu.
Ayahwa menyatakan sisa dari 1.109 ekor sapi diprioritaskan untuk gampong dengan dampak banjir paling berat dan disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga.
Di tingkat gampong, pemerintah membentuk Kelompok Masyarakat khusus meugang yang terdiri dari ketua dan bendahara untuk mengelola pembelian dan distribusi daging. Dana tidak ditransfer ke Rekening Kas Desa. Setiap pengadaan sapi wajib melibatkan tim Kesehatan Hewan untuk memastikan kondisi hewan layak konsumsi.
Bupati meminta masyarakat tidak mempermasalahkan jumlah yang diterima serta tetap menjaga situasi tetap kondusif.
“Syukuri apa yang sudah ada. Ini bentuk perhatian pemimpin kepada masyarakat,” katanya.








