LHOKSEUMAWE – Masyarakat dapat memperoleh paket kebutuhan pokok seharga Rp159.000 dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Masjid Islamic Centre, Simpang Empat, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Kamis (22/10/2026). Program ini memberikan subsidi Rp66.000 per paket untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.
Dalam kegiatan yang digelar Dinas Pangan Aceh untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 tersebut, Perum Bulog menyiapkan ribuan kilogram bahan pokok guna mendukung ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Kepala Bulog Kota Lhokseumawe, Muhammad Ikbal, mengatakan pihaknya menyediakan beras premium sebanyak 5.000 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) 1.000 kilogram, minyak goreng Sunco 2.000 liter, MinyaKita 600 liter, gula kemasan 2.000 kilogram, serta telur ayam 1.000 papan.
Pasokan tersebut menjadi bagian dari dukungan Bulog dalam pelaksanaan GPM, sekaligus memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Adapun paket pangan yang ditawarkan kepada masyarakat terdiri atas beras premium lima kilogram senilai Rp53.000, minyak goreng dua liter Rp36.000, gula pasir dua kilogram Rp30.000, dan telur ayam satu papan Rp40.000.
Jika dijumlahkan, nilai empat komoditas tersebut mencapai Rp225.000. Namun, melalui subsidi pemerintah sebesar Rp66.000, masyarakat cukup membayar Rp159.000 untuk satu paket.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Dinas Pangan Aceh, Nency Ekariani, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah Nasional yang dilaksanakan serentak dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia.
“Total harga empat komoditas tersebut setelah disubsidi menjadi Rp159 ribu per paket. Subsidi yang diberikan mencapai Rp66 ribu per paket,” kata Nency.
Pelaksanaan GPM itu turut dihadiri Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Aceh, Alkhori, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan kejaksaan, TNI, dan Polri.
Dukungan lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok yang terjangkau.
Meski menawarkan keringanan harga, tantangan menjaga daya beli masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan pasar murah. Ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan kesinambungan program tetap menjadi faktor penting agar manfaat subsidi pangan dapat dirasakan lebih luas.
Dengan dukungan pasokan dari Bulog dan subsidi pemerintah, GPM diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial memperingati Hari Pangan Sedunia, tetapi juga menjadi salah satu langkah nyata dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.[]
