Indeks

Polisi Patroli Pasar Inpres Lhokseumawe, Cegah Gangguan Kamtibmas di Tengah Aktivitas Masyarakat

LHOKSEUMAWE – Personel Polsek Banda Sakti Polres Lhokseumawe melaksanakan patroli dan pemantauan di kawasan Pasar Inpres Lhokseumawe, Kecamatan Banda Sakti, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas) di tengah tingginya aktivitas masyarakat di pasar tradisional.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan situasi keamanan serta berdialog dengan pedagang dan masyarakat yang sedang melakukan aktivitas jual beli. Kehadiran personel kepolisian di kawasan pasar diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mengantisipasi potensi gangguan seperti pencurian, aksi premanisme, maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. melalui Kapolsek Banda Sakti AKO Hanafiah, S.Ag, M.M mengatakan, patroli di pasar tradisional merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya pada jam-jam aktivitas masyarakat yang cukup padat.

“Personel terus meningkatkan patroli dan pemantauan di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk pasar tradisional. Kehadiran polisi diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada pedagang maupun masyarakat,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan keamanan, personel juga mengecek kondisi harga dan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Inpres. Dari hasil pemantauan, stok sejumlah kebutuhan pokok masih mencukupi, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, termasuk beras, cabai, bawang dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, personel juga mengimbau pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan pasar, meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas.

Exit mobile version