Kapolsek Syamtalira Bayu Bersama Muspika Perkuat Pengawasan SPPG, Pastikan Pelayanan Gizi Sesuai SOP

Lhokseumawe – Kapolsek Syamtalira Bayu Iptu Hendra J bersama tim terpadu Muspika melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni SPPG Yayasan Babul Huda di Desa Blang Bayu dan SPPG Yayasan Geureudong Masa Depan di Desa Beurandang. Pengawasan dilakukan bersama unsur Koramil, Kecamatan, Puskesmas serta pengelola SPPG sebagai bagian dari tim pengendali mutu tingkat kecamatan.

Kapolsek Syamtalira Bayu Iptu Hendra J mengatakan, kegiatan itu bertujuan memastikan operasional SPPG berjalan sesuai standar tata kelola dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Pengawasan ini penting untuk memastikan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat berjalan dengan baik, higienis dan sesuai SOP yang berlaku,” ujar Iptu Hendra J.

Dalam pengecekan tersebut, tim menemukan masih adanya beberapa dokumen administrasi yang belum lengkap pada salah satu yayasan, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat penjamah pangan, sertifikat chef dan sertifikat halal. Sementara pada Yayasan Babul Huda, sertifikat halal masih dalam proses pengurusan.

Meski demikian, secara umum kondisi kedua SPPG dinilai telah memenuhi standar operasional. Sistem pembuangan limbah IPAL sudah sesuai SOP, para relawan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja, kondisi ruangan bersih serta tersedia sampel makanan yang disimpan di dalam kulkas sebagai bagian dari pengawasan mutu.

Selain itu, masing-masing lokasi juga telah dilengkapi 12 unit CCTV untuk mendukung pengawasan operasional dan keamanan.

Kapolsek menambahkan, pihaknya bersama tim terpadu turut memberikan edukasi kepada pengelola yayasan agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi dan terus menjaga kualitas pelayanan.

“Kami berharap seluruh pengelola SPPG dapat terus meningkatkan standar pelayanan sehingga program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat berjalan optimal,” pungkasnya.