Lhokseumawe – Mahasiswa STIK PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 melaksanakan kegiatan audiensi dengan para stakeholder jajaran Pemerintah Kota Lhokseumawe, Kamis (12/2/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada wilayah terdampak bencana, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Kota Lhokseumawe.
Rangkaian audiensi diawali dengan pertemuan bersama Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. Dalam pertemuan tersebut dibahas kebijakan strategis Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengatasi situasi pascabencana, termasuk langkah pencegahan potensi masalah sosial serta manajemen pelaksanaan proses pemulihan di tengah masyarakat.
Selanjutnya, mahasiswa melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe, Muhammad Nasir, S.H.I. Pembahasan difokuskan pada program pembersihan lingkungan bagi masyarakat terdampak bencana serta upaya pemulihan pascabencana. DLH juga mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi dalam kegiatan pembersihan material kayu di garis Pantai Ujung Blang. Selain itu, turut dipaparkan program unggulan Wali Kota terkait pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomis.
Audiensi kemudian berlanjut dengan Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si. Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa penanganan masyarakat terdampak banjir telah mencapai sekitar 50 persen, sementara pembangunan hunian tetap dan hunian sementara masih dalam tahap proses.
Pertemuan berikutnya dilaksanakan bersama Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Musliyadi, yang membahas penyaluran bantuan sosial pascabanjir, termasuk penanganan korban jiwa dan santunan bagi penyandang disabilitas terdampak.
Pada sesi siang hari, mahasiswa melanjutkan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi, SKM., M.S.M. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan kondisi geografis serta sistem tata kelola pendidikan di Kota Lhokseumawe, sekaligus menggali potensi sektor pendidikan dalam mendukung ketahanan masyarakat pascabencana.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertemuan bersama Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitri Yani, AMTE., SKM., MKM. Dinas Kesehatan memaparkan langkah penanganan kesehatan bagi korban banjir, termasuk sosialisasi kesehatan kepada masyarakat serta program edukasi dan trauma healing bagi anak-anak. Kegiatan trauma healing dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang di Posko Batuphat, Kecamatan Muara Satu.
Pendamping mahasiswa STIK PTIK Angkatan ke-83, KBP Roni Mustofa, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan audiensi ini bertujuan membangun sinergi dan memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami manajemen penanganan bencana secara komprehensif.
“Kegiatan ini bukan hanya bagian dari pengabdian masyarakat, tetapi juga proses pembelajaran strategis bagi para mahasiswa. Mereka belajar langsung bagaimana pemerintah daerah mengelola kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta mitigasi pascabencana. Harapannya, ke depan mereka mampu menjadi pemimpin Polri yang adaptif, kolaboratif, dan solutif dalam menghadapi dinamika di lapangan,” ujar KBP Roni Mustofa.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa STIK PTIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 diharapkan mampu memberikan kontribusi pemikiran, tenaga, dan inovasi dalam mendukung percepatan pemulihan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat Kota Lhokseumawe.
