Aceh Utara – Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melaksanakan kegiatan International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bersama Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) dalam rangka pemulihan trauma (trauma recovery) pascabencana banjir Aceh 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh BKI di bawah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) serta melibatkan Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Kegiatan pengabdian tersebut berlangsung di Gampong Teumpok Beurandang, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa BKI. Pendampingan difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan keluarga penyintas banjir.
Selain pendampingan lapangan, rangkaian PKM internasional ini juga diisi dengan workshop pendampingan psikologis yang menghadirkan pemateri dari PEKA Malaysia, Saffuan Abdullah, KB., PA. Workshop ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa BKI dalam memberikan layanan pendampingan psikologis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pascabencana.
Wakil Rektor III UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Darmadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi kerja sama internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kerja sama dengan PEKA diwujudkan melalui kegiatan nyata di lapangan. Malaysia sejak dulu merupakan sahabat Aceh, dan kami berharap masyarakat dapat segera pulih,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa UIN Sultanah Nahrasiyah siap membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi.
Presiden PEKA, Datin Dr. Siti Taniza Toha, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas negara ini diarahkan pada pendampingan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Melalui kolaborasi ini, kami berharap masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas dengan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Ruhama Wazna, menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan material.
“Pemulihan bukan hanya soal materi, tetapi juga soal psikologis. Di sinilah peran keilmuan bimbingan dan konseling menjadi penting,” katanya.
Ketua Jurusan BKI UIN Sultanah Nahrasiyah, Hartini Mudarsa, M.Psi., menjelaskan bahwa keterlibatan BKI dalam PKM internasional ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan. Pendampingan psikososial yang dilakukan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan kesejahteraan mental masyarakat Aceh.
Melalui kegiatan ini, Jurusan BKI UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe memperkuat peran akademik dalam respons kebencanaan serta pengabdian kemanusiaan yang berkelanjutan melalui kolaborasi internasional.
