News  

UIN Sultanah Nahrasiyah dan PEKA Malaysia Gelar Workshop Trauma Recovery, Teken Tiga MoU

Riza

Lhokseumawe – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar International Workshop & Community Service bertema Post-Disaster Trauma Recovery & Community Rebuilding yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA), Sabtu (31/1/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang OP Room Gedung Biro Rektorat UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah bekerja sama dengan PEKA Malaysia. Workshop bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan pemulihan trauma pascabencana (trauma recovery), sekaligus memperkuat kemitraan akademik dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan tiga nota kesepahaman, masing-masing antara PEKA Malaysia dengan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, kemudian dengan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), serta dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Penandatanganan MoU tingkat universitas dilakukan oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah dan Presiden PEKA Malaysia, Datin Dr. Siti Taniza Toha.

Workshop menghadirkan pemateri dari PEKA Malaysia, yakni Saffuan Abdullah, KB., PA. Materi yang disampaikan berfokus pada pemahaman trauma pascabencana, Trauma Informed Couseling (TIC). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa, serta dosen dan pejabat struktural dari FUAD dan FTIK UIN Sultanah Nahrasiyah.

Wakil Rektor III UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Darmadi, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama dengan PEKA Malaysia tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.

“Kerja sama ini bukan hanya tertulis saja, tetapi akan menjadi nyata dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Pada semester depan direncanakan konselor dari PEKA akan mengajar di UIN Sultanah Nahrasiyah, terutama di jurusan-jurusan yang terkait.”

Sementara itu, Dekan FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Ruhama Wazna, S.Th.I., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan dua fakultas karena kesesuaian bidang keilmuan.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh FUAD dan FTIK karena di FUAD terdapat Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI), sedangkan di FTIK terdapat Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI),” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi wilayah Aceh pascabanjir 2025 yang masih membutuhkan perhatian serius.

“Bencana sudah hampir dua bulan berjalan, namun kondisi belum benar-benar baik. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis,” ujarnya.

Melalui workshop dan penandatanganan tiga MoU tersebut, UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dan PEKA Malaysia berkomitmen memperkuat kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan trauma pascabencana dan pembangunan komunitas.